Joget Damai Temon Holic

Temon Holic (TH) tak lagi merupakan komunitas joget di Soloraya. Temon Holic telah merambah ke Jogja dan Jawa Timur. Mereka memasang tarif untuk acara-acara yang menggunakan jasa Temon Holic.
Temon Holic menjadi besar karena informasi dari mulut ke mulut. Selain itu, Temon Holic bekerja sama dengan beberapa kelompok musik dangdut, sebut saja Sagita Nada di Klaten dan O.M. Sera.
Di mana ada grup musik itu, ada pula Temon Holic. TH juga berkembang menjadi kelompok joget bayaran.
Beberapa event organizer (EO) mengontrak mereka untuk meramaikan acara. Jogja, Solo, Klaten, Wonogiri dan daerah lain sudah memanfaatkan jasa mereka.
”Kami masih level kecil. Paling kontraknya cuma Rp1juta-Rp2 juta,” kata Ketua Temon Holic Pusat, Teguh Riyanto, kepada Solopos.com, Rabu (6/5/2015).
TH tak memiliki kriteria khusus untuk menerima anggota baru. Syaratnya sederhana, suka berjoget dan bergabung karena ingin mendapatkan sahabat dan keluarga.
Kini, selain di Soloraya, cabang TH sudah menyebar di hampir seluruh Pulau Jawa, misalnya Semarang, Pekalongan, Bogor, Bandung, Pacitan, Caruban, Gunungkidul hingga Bali.
Jumlah anggota diperkirakan lebih dari 3.000 orang.
Mereka yang tertarik dengan joget ala Temon bisa bergabung dengan Temon Holic di daerahnya. Ada pula yang mendirikan cabang dengan meminta izin kepada TH Pusat.
“Asalkan ada 20 orang dan jaraknya tak terlalu dekat dengan Temon Holic yang sudah ada, saya kasih izin,” kata Teguh.
Temon Holic tidak punya kriteria khusus untuk menghadiri acara dangdutan. Mereka cukup datang dengan mengenakan kaus kebesaran TH yang biasanya mencantumkan tulisan TH, K.I.S. yang merupakan singkatan kreasi, imajinasi/inspirasi, seni. Tulisan breakdance koplo, lambang TH, dan nama daerah/cabang TH bersangkutan.

Popular Post